Berita Terkini

INTERNALISASI PENGELOLAAN SP4N - LAPOR

INTERNALISASI PENGELOLAAN SP4N–LAPOR Lewoleba, 10 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata secara resmi melaksanakan kegiatan internalisasi Keputusan KPU Nomor 1089 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N–LAPOR). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Kabupaten Lembata ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Lembata, Hermanus Haron Tadon, jajaran Anggota KPU (Ibrahim Kader, Paulina Yesua Bengan Tokan, Petrus Paulus Juang, dan Idris Beda), serta Sekretaris KPU Konradus Liwu bersama seluruh staf Sekretariat. Fokus Utama: Transparansi dan Perlindungan Pelapor Petrus Paulus Juang, selaku Anggota KPU Lembata Divisi Hukum dan Pengawasan, bertindak sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi lima poin krusial dalam implementasi SP4N–LAPOR: Nilai Dasar: Menanamkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam setiap pelayanan. Tata Kelola Aplikasi: Standarisasi penggunaan platform digital dalam menerima aduan. Alur Penanganan: Mekanisme verifikasi yang sistematis hingga solusi pengaduan tuntas. Keamanan Data: Jaminan penuh terhadap kerahasiaan identitas dan perlindungan pelapor. Monev: Pemantauan berkala untuk memastikan setiap laporan ditangani secara tepat waktu. Sebagai langkah konkret, KPU Lembata tengah menyusun Keputusan KPU Kabupaten Lembata terkait struktur pengelola sistem ini agar implementasi di lapangan berjalan optimal. Respons Cepat Melalui Media Sosial Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon, memberikan arahan strategis agar tim pengelola pengaduan online segera dibentuk. Beliau juga menekankan pentingnya masifnya sosialisasi di dunia digital. "Kita harus memastikan masyarakat tahu ke mana mereka harus melapor. Sosialisasi melalui media sosial sangat krusial agar kanal pengaduan ini benar-benar dimanfaatkan oleh publik," tegas Hermanus. #TemanPemilih #KPUMelayani #KPULembata

RAPAT PLENO RUTIN MINGGU KE-2

#TemanPemilih LEWOLEBA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata menggelar Rapat Pleno Rutin, Senin 9 Maret 2026 di ruang rapat KPU Kabupaten Lembata.  Rapat dipimpin Ketua KPU Kabupaten Lembata Hermanus Haron Tadon dan diikuti Anggota KPU Kabupaten Lembata Ibrahim Kader, Idris Beda, Paulina Y.B. Tokan dan Petrus Paulus Juang, Sekretaris KPU Kabupaten Lembata Konrardus Liwu dan dihadiri oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, seluruh staf sekretariat serta notulis.  Mengawali rapat pleno Sekretaris KPU Kabupaten Lembata Konrardus Liwu diberi kesempatan untuk melaporkan tindak lanjut hasil rapat sebelumnya selanjutnya Pimpinan Rapat memandu pembahasan sejumlah agenda lintas divisi.  Kesempatan pertama Divisi Keuangan, Umum Rumah Tangga dan Logistik melaporkan agenda pemeliharaan gedung, merekap register surat masuk dan urusan keuangan lainnya.  Pada bahasan berikutnya Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Paulina Y.B. Tokan menyampaikan persiapan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata dan pelaksanaan pendidikan pemilih. Selain itu Paulina Tokan mengharapkan kegiatan ini difasilitasi dengan baik oleh pihak sekretariat. Selanjutnya Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Idris Beda mengangkat agenda pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan terjadual tanggal 31/03/2026 dan meminta Kasubag Rendatin bersama staf melakukan persiapan teknis. Giliran berikut Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Ibrahim Kader menyampaikan rencana program kegiatan laporan penyusunan buku, pembuatan Term of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Penataan DAPIL dan persiapan Focus Group Discussion (FGD) Penataan DAPIL. Terakhir Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Petrus Paulus Juang memaparkan internalisasi Keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 1089 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Penggunaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) di lingkungan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota. ”Melalui sistem ini pengaduan masyarakat dapat diproses secara terkoordinasi, terpantau, dan memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik” demikian papar Paul Juang. Rapat Pleno Rutin ditutup oleh Ketua KPU Kabupaten Lembata pukul 11.19 wita. #KPUMelayani #KPULembata

SEDAP RAMADHAN PART III : NILAI RAMADHAN DAN ETOS KERJA

Halo, #TemanPemilih! Keluarga besar KPU Kabupaten Lembata menggelar buka puasa bersama yang dibalut dalam program Sedap Ramadhan dengan tema “Membangun Etos Kerja dari Nilai-Nilai Ramadhan”. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat KPU Kabupaten Lembata pada Jumat, 6 Maret 2026. Hadir sebagai narasumber Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Lembata, Ibrahim Kader. Hadir pula Komisioner KPU Kabupaten Lembata Hermanus Haron Tadon, Idris Beda, Petrus Paulus Juang dan Paulina Y. B. Tokan, para Kasubag serta seluruh staf. Tak lupa pula kerabat keluarga besar KPU Kabupaten Lembata juga turut hadir dalam acara. Kegiatan dibuka oleh Feri Iskandar Nur Hidayat selaku MC (Master of Ceremony) dengan menyapa para tamu yang hadir dan membacakan susunan acara mulai dari Laporan Panitia, Sambutan Ketua KPU Kabupaten Lembata hingga Tausiyah. Kasubag Parmas dan SDM, Joenady Wongso, menyampaikan laporan panitia dalam kesempatan pertama. Ia menekankan bahwa momentum puasa tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki sikap, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan kerja maupun masyarakat. Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon, memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa hari Jumat ini, selain rekan-rekan Muslim, ada pula umat Katolik yang juga berpuasa dan berpantang. “Sekarang hari Jumat, yang Katolik juga berpuasa. Ibu Ina (Komisioner - Paulina Y. B. Tokan) juga berpuasa, tidak makan daging,” ucapnya yang disambut dengan tawa seluruh peserta yang hadir. Ia juga mengucapkan selamat menjalankan puasa untuk rekan-rekan semua. “Semoga di bulan Ramadhan ini bisa membawa keberkahan untuk kita, pasti akan ada kemenangan di hari yang Fitri nanti,” ujarnya. Kegiatan selanjutnya adalah tausiyah dari Anggota KPU Kabupaten Lembata, Ibrahim Kader. Ia memaparkan bahwa Ramadhan adalah bulan spiritual, dimana baik Islam maupun Katolik menjalankan ibadah puasa bersama. “Puasa ini bukan hanya sebatas menahan lapar dan haus dari fajar sampai senja, atau yang Katolik mengurangi porsi makan daging. Puasa memiliki nilai sendiri, ada nilai kepedulian, empati dan tanggung jawab. Itu juga bagian dari etos kerja,” paparnya. Ia juga menjelaskan bahwa setiap ibadah akan ada dampaknya, baik untuk sendiri maupun juga untuk lingkungan sosial. “Tingkatkan empati kepada sesama dalam dunia kerja. Kita mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, untuk NIP (Nomor Induk Pegawai) yang sudah kita terima. Jangan sampai kita tidak menjaga apa yang sudah diberikan Allah lewat KPU RI sampai di KPU Kabupaten Lembata ini. Azab Allah itu nyata bagi kita yang mengkhianati rahmat yang sudah diberikan, termasuk nikmat kesehatan dan usia. Tetap syukuri itu, jangan sampai nikmat tersebut diambil kembali oleh Allah,” tutupnya. Kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama dengan doa yang dipimpin oleh Kasubag Parmas dan SDM KPU Kabupaten Lembata, Joenady Wongso. #KPULembata #KPUMelayani #ParmasKPULembata

Buka bersama Keluarga Besar KPU Lembata : Safari Demokrasi Partisipatif (SeDaP) Ramadhan 1447 H

Sore ini, Jum'at, 6 Maret 2026 keluarga besar KPU Kabupaten Lembata berkumpul dalam kehangatan Safari Demokrasi Partisipatif (SeDaP) menyambut Ramadhan 1447 H. Tidak hanya sekadar berbuka puasa bersama, kami juga merefleksikan semangat pengabdian lewat siraman rohani dari Bapak Ibrahim Kader. Dengan tema "Membangun Etos Kerja Dari Nilai-Nilai Ramadhan", kami diingatkan bahwa integritas dan kerja keras dalam mengawal demokrasi adalah bagian dari ibadah. Ramadhan bukan alasan untuk melambat, justru momentum untuk tancap gas dengan hati yang bersih! ????️???? ???? Aula Kantor KPU Kabupaten Lembata ???? Menuju Demokrasi yang Lebih Beradab. #KPULembata #SeDaP2026 #Ramadhan1447H #EtosKerja #LembataBisa #DemokrasiMelayani

SEDAP RAMADHAN PART II : PEREMPUAN DAN DEMOKRASI

Halo, #TemanPemilih! KPU Kabupaten Lembata hadir kembali menyapa warga di bulan suci Ramadhan dalam Safari Demokrasi. Kegiatan Sedap Ramadhan kali ini membawa tema “Perempuan dan Demokrasi dalam Pandangan Islam” yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nubatukan, Lewoleba pada Kamis, 5 Maret 2026. Hadir sebagai narasumber Ketua Divisi Sosdiklih Parmas SDM KPU Kabupaten Lembata, Paulina Y. B. Tokan, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Lembata, Ibrahim Kader, dan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Idris Beda. Hadir pula Kasubag Parmas dan SDM Joenady Wongso bersama 3 (tiga) orang staf. Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Nubatukan, Assadullah Abdullah bersama peserta kelompok perempuan Majelis Taklim dan ibu-ibu pengajian. Joenady membuka Sedap Ramadhan bersama kaum perempuan muslim Nubatukan ini dengan menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang tetap hadir meski hujan mengguyur kota Lewoleba. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program KPU Kabupaten Lembata untuk menyapa dan berdialog dengan masyarakat terkait demokrasi. Paparan pertama disampaikan oleh Paulina Y. B. Tokan. Ia menerangkan bahwa untuk saat ini Undang-Undang sudah memberi ruang bagi perempuan untuk berpolitik, namun fakta di lapangan tidak memenuhi harapan dari Undang-Undang tersebut. “Suara perempuan bisa memberikan dampak untuk berbagai kebijakan maupun keputusan publik. Kita sebagai perempuan sangat bisa menjadi agen perubahan kalau kita mau berpartisipasi aktif. Kita dapat memperhatikan berbagai isu seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak,” terangnya. Materi berikutnya disampaikan oleh Ibrahim Kader. Ia membuka paparannya dengan candaan ringan, “Ibu-ibu yang mau jadi caleg (calon legislatif) pasti akan mendapat banyak tantangan, salah satunya berhadapan dengan suami atau kepala suku. Kita ingat dulu saat pencalonan setelah reformasi, saat ibu Megawati, itu banyak drama dan masalahnya,” guraunya yang disambut dengan tawa oleh para peserta. Ibrahim juga menyampaikan bagaimana peran perempuan dalam demokrasi masih terbentur berbagai pranata seperti sosial agama dan sosial budaya. “Pemilih perempuan lebih banyak, tapi kita cenderung memilih calon laki-laki karena takut. Jadi perempuan harus berani merubah nasib, peran kita tidak hanya ada dalam rumah tangga namun juga sosial kemasyarakatan,” ujarnya. Paparan selanjutnya datang dari Idris Beda. Ia menyinggung bagaimana perempuan mendapat perlakukan khusus dalam berdemokrasi dari Undang-Undang. “Ada kekhususan bahwa partai politik yang tidak memiliki keterwakilan perempuan sebanyak 30% dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak diikutsertakan dalam kontestasi. Kita bisa lihat bahwa perempuan itu spesial menurut Undang-Undang,” terangnya. Idris juga menjelaskan bahwa setiap perempuan mempunyai hak memilih dan memiliki ruang untuk dapat dicalonkan sebagai legislatif maupun eksekutif serta terpilih. “Kita juga bisa mempersiapkan anak-anak perempuan kita, membentuk mereka menjadi calon pemimpin. Saya mengajak bapak ibu semua, tidak ada salahnya kita mendorong anak perempuan kita dalam pesta demokrasi mendatang. Perempuan harus bisa menjadi aktor dalam demokrasi, harus bisa berdaya dan jangan diperdaya,” tegasnya. Kegiatan selanjutnya adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Anwar A. B. “Nikmat Allah SWT itu sangat banyak, kalau kita hitung tidak akan ada habisnya. Namun ada 2 (dua) yang bisa kita rasakan setiap hari, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat usia,” ungkapnya membuka tausiyah. Ia menerangkan bagaimana derajat wanita itu tinggi menurut pandangan Islam dan Allah SWT. Ia memberi contoh bahwa pada zaman jahiliyah, wanita dianggap sebagai manusia nomor dua dan anak perempuan dianggap sebagai aib dalam keluarga. Namun setelah Islam datang, wanita didudukkan di tempat yang tinggi dalam kehidupan sosial, seperti Sayyidah Khadijah RA dan Sayyidah Aisyah RA. Ia juga menyampaikan kepada setiap wanita agar bersama-sama terus menggali potensi diri karena perempuan juga ada untuk mengisi demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lembata. Kegiatan diakhiri oleh Kepala KUA Kecamatan Nubatukan, Assadullah Abdullah, dengan ucapan terimakasih kepada KPU Kabupaten Lembata karena telah berkolaborasi dalam kegiatan Sedap Ramadhan ini. “Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran KPU Kabupaten Lembata di KUA Kecamatan Nubatukan ini. Saya berharap agar apa yang kita bicarakan hari ini dapat menjadi corong untuk melanjutkan semangat demokrasi sampai di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.” Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA. #KPULembata #KPUMelayani #ParmasKPULembata

COKTAS FOKUSKAN VALIDASI PEMILIH MENINGGAL DUNIA DAN ANGGOTA TNI/POLRI

Halo, #TemanPemilih! KPU Kabupaten Lembata kembali melaksanakan kegiatan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I pada Rabu dan Kamis, 4-5 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sembilan tim yang diterjunkan ke sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Lembata. Untuk hari pertama akan difokuskan di Kecamatan Atadei, Nagawutung, Wulandoni, Lebatukan dan Omesuri. Sementara untuk hari kedua tim akan melakukan verifikasi di Kecamatan Nubatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur dan Buyasuri. Sebelum turun ke lapangan untuk Kegiatan coktas Ketua Divisi  Perencanaan, Data dan Imformasi  berpesan agar Coktas dilalukan dengan teliti dan serius karena kegiatan ini dilakukan untuk mencocokan data pemilih kategori meninggal dunia dan kategori penugasan untuk anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).  Apakah yang bersangkutan masih masuk kategori Memenuhi Syarat ataukah pemilih tersebut sudah menjadi anomali atau invalid dari data Turunan KPU RI. Dari hasil penelusuran dan monitoring terkini tim KPU Kabupaten Lembata, diketahui bahwa 1 (satu) orang di Desa Tapobaran Kecamatan Lebatukan sesuai Data Turunan KPU RI dinyatakan telah meninggal dunia namun terkonfirmasi di lapangan bahwa yang bersangkutan masih hidup, sedangkan data turunan untuk kecamatan yang lain terkonfirmasi sesuai dengan Data Turunan KPU RI.   Pada awal pertemuan persiapan Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon mengatakan bahwa Pencocokkan dan Penelitian tetbatas dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan salah satu kegiatan yang harus terus dilaksanakan KPU Kabupaten Lembata karena merupakan amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan KPU No 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Ketua Hermanus mengingatkan bahwa dalam kegiatan Coktas, selain Tim KPU Kabupaten Lembata yang terdiri dari Komisioner, Sekretaris dan staf, turut pula mendampingi dalam kegiatan ini tim dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lembata (Bawaslu). Diharapkan agar saling bersinergi untuk bekerjasama melancarkan kegiatan. Demikian harap Hermanus. #KPULembata #KPUMelayani #ParmasKPULembata