Jelang Pilkades, KPU Lembata Imbau Penyelenggara Lakukan Simulasi Masif
KPULembata-Pilkades haruslah dipandang sebagai titik awal peningkatan kualitas Pemilu dan Pemilikada pada masa datang. Karena itu, Pilkades serentak Kabupaten Lembata yang akan berlangsung pada Senin, 8 Nopember 2021, diharap terselenggara denga naman. Selain itu untuk meminimalisir kesalahan, Panitia Pilkades tingkat desa didorong melakukan simulasi pencoblosan dan perhitungan suara.
Demikian harapan Komsioner KPU Kabupaten Lembata yang disampaikan oleh Ketua Devisi Hukum dan Pengendalian Internal, Hermanus Haron Tadon dan Ketua Devisi Teknis KPU Lembata, Bernabas Hapu Ndima Marak kepada media ini Rabu, 3/11/2021. Bernabas dan Hermanus ditemui menyampaikan harapan ini di Kantor KPU Lembata.
“Pilkades sebagai titik kebangkitan kwalitas demokrasi, karena kita tidak sekedar melihat hadirnya pemimpin baru di desa, tetapi kemudian yang menjadi ukuran adalah, seberapa banyak warga datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas, model pengawasan, juga netralitas panitia dalam melaksanakan seluruh tahapan dan jadwal,” Ujar Ketua Devisi Teknis KPU Lembata.
Bernabas yang akrab disapa Berhan itu mengatakan, keterlibatan warga untuk mengawasi seluruh tahapan dan jadwal Pilkades, serta hadir menggunakan hak pilihnya di TPS secara bebas adalah bentuk sumbangan riil dan bukti keikutsertaan warga dalam menentukan nasib desanya selama enam tahun masa pemerintahan kepala desa yang dipilihnya.
Lebih jauh mengenai perlindungan hak pilih warga dan upaya meminimalisir kesalahan dalam pencoblosan dan perhitungan perolehan suara, Ketua Devisi Hukum dan Pengendalian Internal KPU Kabupupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon, mengimbau Pemerintah Kabupaten dan Panitia Pilkades untuk memfasilitasi pelaksanaan semiluasi ditingkat desa, dengan melibatkan warga pemilih secara langsung.
Herman mengatakan, kendati warga sudah sering terlibat dalam Pemilu dan Pemilukada, namun berkaca pada pengalaman-pengalam Pemilu yang diselenggarakan oleh KPU, masih saja terdapat kesalahan teknis. Selain mendorong untuk dilakukan simulasi pencoblosan dan perhitungan suara, Herman juga mengimbau penyelenggara, untuk melakukan sosilisasi sistem penyelenggaraan Pilkades ditengah ancaman wabah covid 19.
“Langkah-langkah pencegahan penuluran covid diatur secara rinci melalui Permendagri nomor 72 tahun 2020. Kiranya ini juga menjadi fokus sosialisasi penyelenggara Pilkades, selain itu untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan teknis baik yang dilakukan oleh panitia maupun warga pemilih, maka perlu dilakukan simulasi pencoblosan dan perhitungan suara secara massif,” katanya.
Lebih jauh dalam imbauannya, Ketua Devisi Hukum dan Pengendalian Internal KPU Lembata itu, meminta warga untuk tetap menjaga dan merawat tali persaudaraan. Hal ini disampaikannya mengingat perbedaan pilihan, seringkali memicu perpencahan dan berpotensi menimbulkan dendam politik yang berkepanjangan.
“Dalam demokrasi, berbeda pilihan itu wajar, dan harus diterima dan dikelola secara bijak. Yang paling penting adalah jaga dan rawat tali persaudaraan. Siapapun yang kemudian tampil sebagai pemenang dalam Pilkades mendatang, adalah pemimpin bersama dan harus didukung, dikawal bersama untuk kemajuan desa kedepan,” kata Herman. (KPULembata/Tim)