SEDAP RAMADHAN PART II : PEREMPUAN DAN DEMOKRASI
Halo, #TemanPemilih!
KPU Kabupaten Lembata hadir kembali menyapa warga di bulan suci Ramadhan dalam Safari Demokrasi. Kegiatan Sedap Ramadhan kali ini membawa tema “Perempuan dan Demokrasi dalam Pandangan Islam” yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nubatukan, Lewoleba pada Kamis, 5 Maret 2026. Hadir sebagai narasumber Ketua Divisi Sosdiklih Parmas SDM KPU Kabupaten Lembata, Paulina Y. B. Tokan, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Lembata, Ibrahim Kader, dan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Idris Beda. Hadir pula Kasubag Parmas dan SDM Joenady Wongso bersama 3 (tiga) orang staf. Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Nubatukan, Assadullah Abdullah bersama peserta kelompok perempuan Majelis Taklim dan ibu-ibu pengajian.
Joenady membuka Sedap Ramadhan bersama kaum perempuan muslim Nubatukan ini dengan menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang tetap hadir meski hujan mengguyur kota Lewoleba. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program KPU Kabupaten Lembata untuk menyapa dan berdialog dengan masyarakat terkait demokrasi.
Paparan pertama disampaikan oleh Paulina Y. B. Tokan. Ia menerangkan bahwa untuk saat ini Undang-Undang sudah memberi ruang bagi perempuan untuk berpolitik, namun fakta di lapangan tidak memenuhi harapan dari Undang-Undang tersebut. “Suara perempuan bisa memberikan dampak untuk berbagai kebijakan maupun keputusan publik. Kita sebagai perempuan sangat bisa menjadi agen perubahan kalau kita mau berpartisipasi aktif. Kita dapat memperhatikan berbagai isu seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak,” terangnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibrahim Kader. Ia membuka paparannya dengan candaan ringan, “Ibu-ibu yang mau jadi caleg (calon legislatif) pasti akan mendapat banyak tantangan, salah satunya berhadapan dengan suami atau kepala suku. Kita ingat dulu saat pencalonan setelah reformasi, saat ibu Megawati, itu banyak drama dan masalahnya,” guraunya yang disambut dengan tawa oleh para peserta. Ibrahim juga menyampaikan bagaimana peran perempuan dalam demokrasi masih terbentur berbagai pranata seperti sosial agama dan sosial budaya. “Pemilih perempuan lebih banyak, tapi kita cenderung memilih calon laki-laki karena takut. Jadi perempuan harus berani merubah nasib, peran kita tidak hanya ada dalam rumah tangga namun juga sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Paparan selanjutnya datang dari Idris Beda. Ia menyinggung bagaimana perempuan mendapat perlakukan khusus dalam berdemokrasi dari Undang-Undang. “Ada kekhususan bahwa partai politik yang tidak memiliki keterwakilan perempuan sebanyak 30% dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak diikutsertakan dalam kontestasi. Kita bisa lihat bahwa perempuan itu spesial menurut Undang-Undang,” terangnya. Idris juga menjelaskan bahwa setiap perempuan mempunyai hak memilih dan memiliki ruang untuk dapat dicalonkan sebagai legislatif maupun eksekutif serta terpilih. “Kita juga bisa mempersiapkan anak-anak perempuan kita, membentuk mereka menjadi calon pemimpin. Saya mengajak bapak ibu semua, tidak ada salahnya kita mendorong anak perempuan kita dalam pesta demokrasi mendatang. Perempuan harus bisa menjadi aktor dalam demokrasi, harus bisa berdaya dan jangan diperdaya,” tegasnya.
Kegiatan selanjutnya adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Anwar A. B. “Nikmat Allah SWT itu sangat banyak, kalau kita hitung tidak akan ada habisnya. Namun ada 2 (dua) yang bisa kita rasakan setiap hari, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat usia,” ungkapnya membuka tausiyah. Ia menerangkan bagaimana derajat wanita itu tinggi menurut pandangan Islam dan Allah SWT. Ia memberi contoh bahwa pada zaman jahiliyah, wanita dianggap sebagai manusia nomor dua dan anak perempuan dianggap sebagai aib dalam keluarga. Namun setelah Islam datang, wanita didudukkan di tempat yang tinggi dalam kehidupan sosial, seperti Sayyidah Khadijah RA dan Sayyidah Aisyah RA. Ia juga menyampaikan kepada setiap wanita agar bersama-sama terus menggali potensi diri karena perempuan juga ada untuk mengisi demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lembata.
Kegiatan diakhiri oleh Kepala KUA Kecamatan Nubatukan, Assadullah Abdullah, dengan ucapan terimakasih kepada KPU Kabupaten Lembata karena telah berkolaborasi dalam kegiatan Sedap Ramadhan ini. “Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran KPU Kabupaten Lembata di KUA Kecamatan Nubatukan ini. Saya berharap agar apa yang kita bicarakan hari ini dapat menjadi corong untuk melanjutkan semangat demokrasi sampai di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.” Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA.
#KPULembata
#KPUMelayani
#ParmasKPULembata