KPU LEMBATA IKUTI BIMTEK PUBLIC SPEAKING
Halo, #TemanPemilih! KPU Kabupaten Lembata menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking secara daring dari aula KPU Kabupaten Lembata pada Kamis, 16 April 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon bersama dengan Anggota Idris Beda, Ibrahim Kader, Paulina Y. B. Tokan dan Petrus Paulus Juang, Sekretaris KPU Kabupaten Lembata, Konradus Liwu, para Kasubag serta seluruf staf. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengambil tema, “Seni Berbicara: Mengelola Makna di Ruang Publik”. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seorang pejabat publik perlu mampu menyampaikan informasi dengan cara yang dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat. “Ada yang bilang seseorang berbicara demikian karena ia memang berkarakter seperti itu. Namun hari ini kita tidak akan membahas cara mereset cara bicara kita, tapi bagaimana kita sebagai pejabat publik berbicara dihadapan publik dengan cara yang bisa mengikat hati publik,” ujarnya. Menurut Jemris, kemampuan komunikasi yang baik sangat penting, terutama dalam menghadapi situasi publik seperti berbicara di depan kamera maupun audiens secara langsung, yang kerap menimbulkan rasa gugup. Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM KPU Provinsi NTT, Batsheba S. Dapatalu, ini menghadirkan narasumber Oberta Bedelinda Nailius, Pranata Siaran Ahli Pertama di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun NTT. Dalam materinya, Ia menjelaskan bahwa komunikasi publik tidak hanya soal berbicara, tetapi bagaimana pesan dapat dipahami oleh audiens. “Konsep utama dalam komunikasi adalah apa yang kita maksud, apa yang kita ucapkan, dan apa yang dipahami oleh audiens,” jelasnya. Oberta juga menguraikan sejumlah teknik dasar berbicara di depan publik, antara lain memahami pesan, menyusun struktur pembicaraan secara sederhana, serta memperhatikan artikulasi, intonasi, dan tempo berbicara. Selain itu, kontak mata, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah juga menjadi faktor penting dalam menyampaikan pesan secara efektif. Ia menambahkan, seorang pembicara harus memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, serta mampu mengelola rasa gugup melalui latihan yang konsisten. Dalam kesempatan tersebut, Oberta juga menjelaskan peran penting host, moderator, dan presenter dalam sebuah acara. Menurutnya, seorang pembawa acara harus mampu menjaga alur kegiatan, mengikat emosi audiens, serta memastikan penyebutan nama dan jabatan dilakukan dengan tepat. #KPULembata #KPUMelayani #ParmasKPULembata